Cara Budidaya Ulat Hongkong

Memulai usaha dengan budidaya ulat hongkong tidak membutuhkan biaya yang besar.

Kalian bisa dimulai dan dilakukan dalam waktu yang lumayan singkat.

Untuk anda yang tertarik dengan ternak ini, maka silahkan anda simak cara ternak ulat hongkong selengkapnya yang akan kami berikan.

1. Siapkan Kandang

Cara pertama sebelum  memulai bisnis budidaya ulat hongkong adalah menyediakan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat tempat perkembangbiakan mereka.

Membuat kandang ulat hongkong sangatlah simple.

Kalian memerlukan bahan-bahan seperti, kayu, triplek, lakban cokelat untuk membuat tempat seperti nampan.

Fungsi lakban itu adalah melapisi kayu agar ulat tidak keluar melalui sela-sela sambungan pada kayu dan triplek.

Cara yang lain, kamu bisa menggunakan container plastik yang mudah didapat dimana-mana.

Idealnya ukuran kandang ulat hongkong mempunyai panjang 60 (enam puluh cm), lebar 40 (empat puluh cm), tinggi 7 (tujuh) cm.

Jika menggunakan triplek, bagian tepinya harus di lapisi lakban plastik keliling, tujuannya agar ulat tidak keluar dari kandang.

Buatlah rak dengan rangka kayu ataupun bambu untuk menyusun wadah tersebut.

Budidaya ulat hongkong tidak memerlukan tempat yang luas.

Cukup memanfaatkan ruangan yang tidak terpakai atau di dalam rumah asalkan terhindar dari binatang predator lainnya.

2. Tahap Pemilihan Bibit atau Indukan

Jika kandang sudah siap, cara budidaya ulat hongkong ini selanjutnya yaitu pemilihan bibit.

Pillihlah induk ulat yang tidak lebih dari 2 (dua) kilogram agar ulat yang akan menjadi kepompong ukurannya bisa sama.

Rata-rata panjang 15 mm dan lebar 4 mm.

Ulat dewasa dengan rata-rata panjang 15 (lima belas) mm dan lebar 3 (tiga) mm akan secara bergantian menjadi kepompong dalam 7 (tujuh) sampai 10 (sepuluh) hari.

Dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari, kepompong akan berubah menjadi kumbang.

Sayap hitam menceling merupakan ciri kumbang yang siap untuk ditelurkan.

Periode pembibitan akan berlangsung selama 7 hari.

kumbang yang siap di peranakan menjadi ulat hongkong

3. Pemisahan Kepompong

Cara berkembang biak sebuah ulat hongkong adalah bertelur.

Telur akan bermetamorfose secara sempurna hingga menjadi kumbang yang dewasa.

Nah, agar mendapatkan hasil yang lebih sempurna ada waktu pemisahan kepompongnya.

Pemisahan kepompong ini dari ulat dewasa dilakukan setiap 3 (tiga) hari sekali

Kamu harus menempatkannya di nampan atau wadah yang terpisah sehingga menjadi kumbang semua secara serentak.

Pilih kepompong yang sudah berwarna putih kecokelatan.

Lalu, pasang koran ataupun kertas sebagai alas atau penutup pada nampan.

Tempatkan kumbang sekitar 250 (dua ratus lima puluh) gr pada 1 (satu) nampan yang sebelumnya dialasi kapas sebagai media bertelur.

Kumbang akan diturunkan setelah 7 (tujuh) hari dengan memisahkannya dari kapas.

Tempatkan kapas yang baru untuk kumbang yang lepas dan begitu seterusnya.

Tingkat kematian kumbang rata-rata mencapai 2-4% dalam proses sekali turun jadi berhati-hatilah.

Kapas yang berisi telur dipisahkan ke dalam wadah atau nampan sendiri agar telur menetas dalam waktu kurang lebih 10 (sepuluh) hari.

Setelah berusia 30 (tiga puluh) hari, baru ulat dipisahkan dari kapasnya.

4. Pemisahan Kumbang

Setelah kepompong itu berubah menjadi kumbang, siapkan lagi nampan yang baru.

Jangan lupa untuk memberi alas nampan dengan kapas.

Kapas adalah sebagai tempat kumbang berkembang biak dan bertelur.

Cara ternak ulat hongkong ini bisa kamu ambil kumbang yang sayapnya mulai berwarna hitam menceling.

Setelah 7 (tujuh hari) hari kumbang dipindahkan ke wadah yang baru lagi yang alasnya dilapisi kapas.

Wadah yang sudah tidak ada kumbangnya adalah wadah yang berisi telur kumbang yang akan menetas sekitar 10 (sepuluh hari) hari dan menjadi larva kecil.

Larva inilah yang disebut ulat hongkong.

Pada umur 30 (tiga puluh) hari, ulat dapat kita pisahkan dari kapas kewadah yang baru.

Lakukan cara tersebut sampai kumbang mati sendiri atau kumbang kering.

Biasanya ulat hongkong sudah bisa dipanen dan dijual setelah umur 50 (lima puluh) hari.

5. Pemberian Makan Ulat Hongkong

  • Pakan Ulat Bibit

Untuk memberi makan ulat bibit burung sekitar 500 (lima ratus) gram dengan interval waktu 4 (empat) hari sekali atau jika makanan sudah benar-benar habis.

Berikan makanan dengan cara dikepal-kepal menjadi 3 (tiga) bagian agar kepompong yang sudah ada tidak tertimbun makanan sehingga menjadi busuk.

Pakan yang bisa diberikan adalah ampas tahu atau dedak dengan campuran tepung tulang atau pur.

Sedangkan pemberian pakan kumbang jangan terlalu banyak dan caranya disebar merata sekitar 100 (seratus) gram untuk sekali makan sebanyaak 3 (tiga) kali sehari.

  • Pakan Ulat Kecil

Jika ulat masih ada di dalam kapas sebaiknya berikan pakan sayuran selada yang sudah dijemur hingga setengah-setengah kering.

Namun, jika ulat sudah terpisah dengan kapas, makan berikan sekitar 1 (satu) kilogram dengan cara dikepal dan sebagian disebar secara merata.

Untuk ulat kecil satu kotak bisa diberikan 2 (dua) kg dengan ukuran ulat panjang 6 (enam) mm dan diameter 1.5 (satu koma lima) mm berumur 30 (tiga puluh) hingga 60 (enam puluh) hari.

Sedangkan untuk ulat yang dewasa sekitar 60 (enam puluh) hingga 90 (sembilan puluh) hari, maka pemberian pakan bisa diberikan sebanyak 1.5 (satu koma lima) kg sampai dengan 2 (dua) kg per kotak.

ulat hongkong yang siap di jual

6. Perawatan Saat Ternak Ulat Hongkong

Setelah cara ternaknya berhasil kamu kuasai, jangan lupa untuk mencari info tentang perawatannya.

Untuk perawatannya suhu kandang ulat hongkong sendiri idealnya adalah 29 (dua puluh sembilan) – 30 (tiga puluh) derajat celcius serta sirkulasi udaranya yang baik.

Jika kedua hal ini baik, maka bisa memberikan kesuburan bagi perkembangbiakan ulat hongkong.