Cara Budidaya Wortel Agar Panen Besar dan Melimpah

Cara Budidaya Wortel Panen Besar dan Melimpah- berasal dari Asia Tengah yang kemudian tersebar ke berbagai wilayah di seluruh dunia, termasuk famili Umbelliferae. Tanaman wortel banyak ditanam di daerah beriklim temperate (sedang) pada musim dingin. Bila ditanam di dataran rendah akan tumbuh tinggi dan tidak terbentuk umbi.

Tanaman wortel  adalah tanaman yang dikenal memiliki kandungan vitamin dan beta karoten yang tinggi. Tanaman Wortel banyak dibudidayakan karena memiliki kebutuhan pasar yang berpeluang besar. cara budidaya wortel agar panen besar dan melimpah- dalam polybag merupakan salah satu alternatif yang digunakan oleh petani dengan lahan terbatas. Penanaman juga dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan nutrisi organik yang sangat sehat untuk kebutuhan sayur harian.

Penanaman wortel dapat dilakukan pada lokasi dengan ketinggian lebih dari lima ratus meter diatas permukaan laut. Bibit wortel juga sangat mudah untuk ditemukan di toko pertanian terdekat. Polybag yang bisa digunakan untuk menanam tanaman wortel mudah di cari dan banyak pilihan. Penanaman tanaman wortel dalam polybag  adalah salah satu budidaya yang saat  ini sedang banyak digalakan.

Suhu optimum untuk pertumbuhan tanaman wortel adalah 15-21oC. Suhu demikian cocok untuk pertumbuhan akar dan bagian atas tanaman sehingga  warna dan bentuk akar dapat optimal. Tanah yang cocok untuk pertumbuhan Tanaman Wortel adalah tanah yang drainasinya baik, kaya bahan organik dan subur dengan ketinggian 1200-1500 m dpl. Tanah lempung yang berpasir cocok untuk budidaya tanaman wortel karena mudah untuk penetrasi akar sehingga pertumbuhan tanaman wortel bisa mencapai ukuran panjang dan besar yang optimal.

Tanaman wortel bisa tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5-8. Kelembaban tanah sangat penting untuk pertumbuhan tanaman wortel, termasuk saat pesemaian agar diperoleh bibit dengan pertumbuhan yang seragam dan pertumbuhannya cepat setelah ditanam di lapangan.

Budidaya Tanaman Wortel

Cara Budidaya Wortel Panen Besar


1. Benih

Kebutuhan benih wortel untuk satu hektar adalah 750–1000 gram.Penanaman benih dalam budidaya wortel bisa dilakukan secara langsung, tanpa tahap penyemaian terlebih dahulu. Kebutuhan benih untuk budidaya tanaman wortel kurang lebih sebanyak 3 sampai 5 kg per hektar.

Benih wortel, bentuknya kecil-kecil dan cenderung menempel karena mempunyai serabut seperti bulu pada permukaan. Sebelum benih tanaman wortel ditaburkan gosok-gosokkan terlebih dahulu dengan telapak tangan agar benih tidak saling menempel. Atau, campurkan abu pada benih tersebut.

2. Persiapan lahan

Persiapan tanah diperlukan untuk mendapatkan tanah yang subur dan gembur  (kelembaban tanah yang cukup dan aerasi yang baik). Tanah dibajak dengan  kedalaman 40-50 cm. Persiapan lahan tanaman wortel sebaiknya dilakukan beberapa minggu sebelum tanam untuk  memberikan kesempatan bagi bahan organik dapat terdekomposisi dengan baik.

Pembuatan bedengan disesuaikan dengan ukuran dan kondisi lahan. Pembuatan bedengan perlu dilakukan agar drainase dan aerasi dapat berlangsung baik serta dapat mempermudah pemeliharaan. Persiapan tanah dapat juga dilakukan dengan tanpa olah tanah atau dengan minimum tillage. Cara ini dapat mengurangi biaya, tenaga dan mengurangi kerusakan tanah.

3. Proses Penyemaian

Cara Budidaya Wortel Panen Besar

  • Penyemaian adalah tahap pertama dalam penanaman yang juga sangat penting untuk di lakukan. Penyemaian benih wortel akan lebih baik untuk dilakukan pada media terpisah dibanding dengan penanaman langsung di tanah.
  • Tahap penyemaian sebaiknya menggunakan media dengan komposisi tanah yang banyak mengandung berbagai unsur hara lengkap.
  • Penyemaian dapat dilakukan dengan mencampuran kotoran hewan dalam bentuk cair maupun padat. Kotoran hewan kemudian di camur bersama tanah.
  • Percampuran tanah dan pupuk diaduk hingga merata.
  • Hasil percampuran kemudian dimasukan ke dalam kotak pembenihan. Tempat pembenihan tanaman wortel dapat dilakukan pada polybag kecil dengan ukuran 5 x 6 cm dapat menggunakan nampan.
  • Tanah di dalam tempat pembenihan kemudian dipadatkan.
  • Diamkan tanah selama beberapa hari.
  • Benih wortel direndam ke dalam air hangat dengan waktu kurang lebih 15 menit. Perendaman pada air hangat akan membuat biji wortel menjadi lebih cepat untuk memcah masa dormansi.
  • Benih yang dipilih hanya benih yang tenggelam dalam air. Benih yang mengapung menunjukkan kualitas benih tidak baik.
  • Lubangi tempat pembibitan dengan kedalaman 2 cm hingga 3 cm.
  • Penyiraman kemudian dilakukan secara teratur selama 1 mnggu hingga 2 minggu.
  • Tanaman wortel yang siap untuk dipindahkan adalah tanaman yang sudah dilengkapi dengan 3 hingga 4 daun.

4. Penanaman

Untuk pertanaman tanaman wortel, sebaiknya biji langsung ditanam dengan cara disebar di lahan pertanaman, hal ini dianjurkan karena bila menggunakan persemaian, biasanya saat pemindahan semaian ke lahan tanam banyak terjadi kerusakan perakaran sehingga  pertumbuhan tanaman tidak baik. Ukuran biji tanaman wortel cukup kecil, sehingga untuk mempermudah penanaman biji dicampur dengan  lempung sehingga terbentuk butiran yang lebih besar dan mudah ditabur.

Biji tanaman wortel ditanam dengan kedalaman tanam kurang lebih 3-5 cm, atau bahkan ditanam di permukaan tanah tanpa ditutup kembali. Kecepatan angin yang tinggi dapat merusak bibit yang baru tumbuh, sehingga disarankan untuk menanam tanaman barrier misalnya turnip sepanjang baris tanaman dan kemudian memanennya  saat tanaman  wortel sudah tumbuh dengan baik. Kerapatan tanaman wortel yang dianjurkan berbeda-beda tergantung tujuan penanaman tanaman wortel.

5. Pemupukan

Tanah yang baik untuk membudidayakan tanaman wortel adalah tanah yang kaya akan bahan organik, dengan salinitas rendah dan tidak mengandung senyawa toksik. Pupuk kandang digunakan sebagai pupuk dasar sebanyak 1,5 kg/m2.

6. Pemeliharaan

Pengairan dilakukan sesuai dengan kondisi tanah sampai kondisi  kapasitas lapang. Jika suhu udara sangat panas, penyiraman dilakukan 1 sampai 2 kali sehari. Penyiraman juga bisa ddilakukan dengan menggenangi parit. Penyiangan gulma dilakukan dengan hati-hati menggunakan tangan.Cara ini bisa dilakukan karena kondisi kerapatan tanaman yang tinggi, pencabutan gulma yang kurang hati-hati dapat merusak perakaran tanaman.

Penyiangan gulma dapat dilakukan bersamaan dengan penjarangan tanaman. Penjarangan dapat dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang lemah dan meninggalkan tanaman yang sehat dan kokoh. Penjarangan dapat dilakukan untuk memberi jarak dan cukup pada sinar matahari. Pembumbunan perlu dilakukan untuk menutupi umbi akar tanaman wortel agar tidak muncul warna hijau pada umbi.

7. Pengendalian Tanaman dari Serangan Hama

Fumigasi dilakukan untuk mengendalikan nematoda dalam tanah. Sebelum melakukan fumigasi lebih baik dicek terlebih dahulu apakah dalam tanah terkandung nematoda atau tidak. Solarisasi merupakan alternatif salah satu cara untuk pengendalian nematoda selain dengan cara fumigasi. Solarisasi dapat dilakukan dengan cara menutup tanah dengan mulsa plastik selama kurang lebih 6 minggu tergantung suhu lingkungan.
Suhu tanah yang tinggi diharapkan dapat mematikan organisme pengganggu tanaman dalam tanah. Penggunaan ekstrak marigold (Tagetes sp.) dapat digunakan untuk mengendalikan nematoda dalam tanah. Rotasi tanaman dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya organisme pengganggu tanaman (OPT). Penyakit yang menyerang tanaman wortel antara lain Cercospora carotae, Alternaria dauci, dan busuk hitam atau hawar daun. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menanam biji yang sehat, pergiliran tanaman, sanitasi kebun dan mencabut tanaman yang terserang.

8. Hama dan Penyakit

Hama yang umum dijumpai dalam membudidayakan tanaman wortel adalah ulat tanah dan kutu daun. Hama ulat tanah bisa diberantas dengan cara mencari keberadaan sarangnya, kemudian diambil manual dan dibasmi. Lakukan hal ini pada pagi hari.

Untuk mencegah serangan dari ulat tanah, jaga selalu kebersihan lahan dan siangi gulma secara teratur. Bila serangan mengganas, dapat menggunakan pestisida jenis furadan.

Kutu daun menyerang pucuk daun dengan menghisap cairan dan merusak bentuk daun menjadi keriting. Untuk mengendalikan kutu daun  dapat lakukan dengan rotasi tanaman agar siklus hidupnya terputus. Penyemprotan bisa menggunakan insektisida.

Sedangkan penyakit yang sering menyerang budidaya tanaman wortel adalah bercak daun dan bintil akar. Bercak daun disebabkan oleh sejenis cendawan Cercospora. Penyakit ini menyerang tanaman wortel pada yang daun tua, gejalanya berupa bercak-bercak coklat dengan bagian pinggiran  bewarna hitam.

Penyakit bercak daun bisa dikendalikan dengan cara memilih benih tanaman wortel yang sehat atau benih diberi larutan fungisida terlebih dahulu. Untuk menurunkan resiko serangan penyakit bercak daun, jaga selalu kebersihan kebun.

Penyakit bintil akar disebabkan oleh nematoda. Gejalanya bentuk umbi benjol-benjol tak karuan. Pencegahan bisa dilakukan dengan rotasi tanaman. Gilir tanaman dengan jenis lain yang berbeda keluarga. Penyemprotan  kimia yang diaplikasikan adalah nematisida.

9. Pasca Panen

Tanaman Wortel dapat dipanen setelah berumur 100 hari (tergantung varietas). Panen yang terlambat dilakukan akan menyebabkan umbi berkayu sehingga tidak disukai konsumen. Panen bisa dilakukan dengan cara mencabut umbi wortel beserta dengan akarnya yang akan mudah dilakukan jika tanah sebelumnya digemburkan. Sebaiknya panen dilakukan pada pagi hari.