Cara Membuat Keripik Ubi Yang Renyah Dan Mudah Di Buat

Kali ini saya akan berbagi mengenai cara membuat keripik ubi yang renyah. Kita tahu bahwa tidak satupun orang yang menyukai teksture keras, jadi kita akan membuatnya mudah saja. Perhatikan kalimat dibawah ini sampai akhir.

Ubi

Ubi

Adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi yang tinggi. Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran.

Cara Membuat Keripik Ubi Yang Renyah Dan Mudah Di Buat

Cara Membuat Keripik Ubi Yang Renyah Dan Mudah Di Buat

Bahan-bahan:

  • 3 buah ubi
  • 1 sdt baking powder
  • 2 sdt garam

Cara Membuat Keripik Ubi Yang Renyah Dan Mudah Di Buat:

  1. Kupas dan cuci bersih ubi. potong tipis menggunakan mesin keripik singkong.
  2. Campur air, baking powder dan garam. Aduk rata.
  3. Rendam potongan ubi dalam larutan garam tsb. masukkan dalam kulkas sekitar 30 menit.
  4. Tiriskan menggunakan saringan jaring hingga set dan ubi kering.
  5. Goreng dalam minyak panas dan banyak dengan api sedang hingga kecokelatan.
  6. .Letakkan di atas kertas serap minyak. Biarkan dingin dan simpan dalam wadah kedap udara.
Baca Juga:Cara Membuat Keripik Ubi Manis

Tips Memilih Ubi Yang Baik

1.Hindari Ubi Yang Masih Bergetah

Salah satu hal yang dapat ditentukan kematangannya dari ubi adalah dengan cara menghindari ubi yang masih terdapat getahnya. Kualitas kematangan dari ubi memang dapat ditandai dari apakah ada getah yang terdapat di dalamnya.

Umumnya apabila masih terdapat getah, maka bisa jadi ubi tersebut masih mentah dan kurang baik untuk dikonsumsi. Sementara, apabila kamu mencoba mengupasnya sedikit dan masih ada getah, ubi tersebut masih mentah dan akan terasa hambar.

2.Haruslah Memiliki Bobot Yang Pas

Sebelum memilih ubi yang sesuai, pastikan untuk melihat bobot yang ada pada ubi tersebut. Apabila kamu menemukan ubi yang terasa ringan saat dipegang, maka bisa jadi waktu pemanenannya telah lama sehingga zat air nya mengering. Sementara apabila justru berat, maka bisa jadi kandungan zat pati di dalamnya cukup banyak. Pilihlah ubi yang memiliki bobot pas dan sesuai.

3.Bertekstur Kuat Dan Kokoh

Tekstur kuat dan kokoh disini adalah sebagai tanda bahwa ubi tersebut masih ada kondisi segar dan baru saja dipanen. Tentunya apabila kamu menemukan ubi dengan permukaan yang lembek, hal itu bisa jadi ubi tersebut telah busuk ataupun lama dipanen. Oleh sebab itu, pilihlah ubi dengan tekstur yang sesuai dan pas sehingga kualitas dapat terjaga.

4.Memiliki Permukaan Yang Mulus

al lainnya yang perlu diperhatikan adalah permukaan dari ubi yang akan dibeli. Pastikan bahwa ubi memiliki permukaan yang mulus, tanpa ada lubang, busuk, ataupun hal-hal yang dapat membuat kualitasnya menurun. Apa yang terlihat oleh mata dapat menentukan kualitas dari ubi tersebut sehingga kita harus jeli saat memilihnya.

5.Jangan Memilih Ubi Berserabut

Ubi berserabut atau berkumis merupakan indikasi bahwa ubi tersebut telah tua dan tentunya tekstur akan cenderung lebih keras jika dibandingkan ubi yang masih muda atau baru saja dipanen. Tentunya hal ini akan menentukan kualitas dari ubi tersebut.

Manfaat Ubi

1.Mengendalikan Gula Darah

Ubi jalar termasuk salah satu bahan makanan yang memiliki skala indeks glikemik yang tergolong rendah. Ini artinya, kecepatan ubi jalar menjadi gula darah tidak terlalu tinggi yang berarti baik untuk kesehatan. Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan adanya penurunan resistensi gula darah terhadap insulin pada penderita diabetes.

2.Mengontrol Tekanan Darah

Mengonsumsi makanan tinggi kalium dapat memberikan manfaat dalam mengontrol tekanan darah. Oleh karena itu, mengonsumsi ubi jalar memiliki manfaat untuk membantu Anda mengontrol kadar gula darah. Pasalnya, ubi jalar yang berukuran sedang saja memiliki kandungan 542 miligram (mg) kalium. Dengan begitu, mengonsumsinya dapat membantu Anda memenuhi 5% dari kebutuhan asupan kalium harian.

Sementara itu, para ahli merekomendasikan orang dewasa untuk mengonsumsi kurang lebih 4700 miligram kalium setiap harinya demi mendapatkan manfaatnya. Selain itu, asupan kalium yang tinggi juga dapat membantu menurunkan 20% risiko kematian dari berbagai penyebab atau masalah kesehatan.

3.Mengurangi Risiko Kanker

Salah satu nutrisi yang dapat melindungi tubuh dari berbagai jenis kanker. Sebuah penelitian pada tahun 2018 menyatakan bahwa antosianin, salah satu jenis antioksidan yang dapat Anda temukan pada ubi jalar, dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Tak heran jika mengonsumsi ubi jalar dapat mengurangi risiko Anda mengalami kanker prostat, kanker usus, hingga kanker payudara. Selain itu, ekstrak kulit ubi jalar juga memiliki sifat antikanker yang semakin memperkaya manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan saat mengonsumsinya.

4.Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Memiliki kandungan vitamin C hingga setengah dari kebutuhan harian? Vitamin C merupakan salah satu jenis antioksidan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Tak heran jika mengonsumsi ubi jalar memberikan manfaat untuk mengurangi risiko peradangan dan obesitas. Selain itu, kandungan vitamin A dan E pada bahan makanan ini juga mendukung sistem kekebalan tubuh sehingga menguatkan kemampuan tubuh melawan penyakit.

5.Meningkatkan Kesehatan Sistem Pencernaan

Kandungan antioksidan pada ubi jalar memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Buktinya, tak hanya melindungi tubuh dari risiko kanker dan mencegah peradangan, antioksidan pada ubi jalar juga memiliki manfaat untuk kesehatan pencernaan.

Hal ini disebabkan sebuah penelitian tahun 2018 membuktikan banyak antioksidan yang terdapat pada ubi jalar meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menyehatkan usus. Semakin banyak jumlah bakteri ini pada usus, semakin rendah risiko Anda mengalami irritable bowel syndrome (IBS) dan diare.