Cara Menanam Kentang Agar Hasil Lebih Maksimal

Budidaya kentang pertaman kali di Indonesia kentang dilakukan pada abad ke-18 di daerah dataran tinggi Cibodas, Lembang, Pangalengan dan Tengger. Yang mulai meluas ke wilayah bagian Sumatera tepatnya di dataran tinggi kerinci.

Saat ini mulai banyak tempat di Indonesia yang menjadi tempat pembudidayaan kentang. Prospek hasil usaha budidaya kentang sangat menjanjikan. Tanaman kentang merupakan tanaman yang menghasilkan keuntungan yang tinggi dengan cara mengetahui bagaimana cara menanam kentang yang baik dan benar.

Cara Menanam Kentang Agar Hasil Lebih Maksimal

Cara Menanam Kentang

Pengolahan Tanah

Pertama-tama lakukan proses pembajakan tanah dengan kedalaman sekitar 30 cm. Diamkan tanah selama 2-3 hari, setelah itu lahan digali sedalam 5 cm. Sehingga sisa bahan organik seperti : daun, jerami, batang, bangkai, dll dapat terfermentasi sempurna menjadi kompos serta penyakit-penyakit tular tanah dapat dicegah oleh bakteri sehingga tanaman tumbuh sehat dan lebih tahan dari serangan penyakit.

Keadaan tanah juga harus diperhatikan seperti tingkat kelembaban tanah dan tingkat kekeringannya. Kentang adalah tanaman yang sensitif, postur tanah tidak boleh terlalu basah ataupun terlalu kering. Banyak budidaya kentang yang gagal karena tidak memperhatikan kelembaban pada tanah. Cara Menanam Wortel

Jika kondisi tanahnya basah, maka siapkan sistem untuk irgasi berupa garitan yang ditinggikan. Tetapi jika kondisi tanahnya kering, maka siram tanah dengan air. Setelah lebih dari satu minggu tanah diratakan dan dibuat garitan. Lebar garitan ini biasanya 80 cm dengan ketinggian 5 cm.

Pemupukan Tanaman Kentang

Berikan pupuk kandang pada permukaan garitan, atau buat lubang untuk memberikan pupuk agar tidak tergerus oleh air. Dosis  pemberian pupuk kandang pada kentang adalah 20-50 ton per hektar dan setiap daerah berbeda ukurannya, tergantung pada tingkat kesuburan tanah. Lalu tambahkan NPK sebanyak 350 kg per hektar.

 

Proses Pemilihan Bibit Kentang

Bibit kentang yang siap tanam harus melalui proses penyimpanan selama kurang lebih tiga bulan yang bertujuan untuk mengetahui bibit kentang tersebut dapat bertunas dengan baik. Lakukan pemangkasan tunas pada umbi yang telah bertunas,. Tunas yang memiliki panjang lebih dari 2 cm harus dibuang, karena kurang baik untuk ditumbuhkan. Berat umbi yang tepat untuk bibit kentang ialah 30-50 gram per buah.

 

Proses Tanam Kentang

Sebelum menanam kentang lakukan perendaman umbi dengan POC GDM dengan dosis 1 gelas air mineral dicampurkan dengan 20 liter air selama kurang lebih 2 jam. Tujuannya agar mencegah terjadinya penyakit tular bibit kentang dari umbi dan untuk mempercepat pertumbuhan umbi menjadi bibit kentang.

Setelah itu lakukan penanaman umbi kentang dalam garitan dengan jarak tanam 20-30 cm. Setelah kentang ditanam, tutuplah dengan tanah sehingga membentuk guludan setinggi 10-20 cm. Sedangkan pada bagian kiri dan kanan buat parit untuk drainase.

 

Pemeliharaan Tanaman Kentang

Proses selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman kentang terdiri dari penyiraman, penyiangan terhadap gulma & pengguludan, pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit tanaman. Proses budidaya kentang memerlukan tingkat kecermatan yang tinggi.

Berikut adalah cara pemeliharaan tanaman kentang :

  • Penyiraman Tanaman Kentang 

Penyiraman tanaman kentang dilakukan tergantung pada kondisi tanah dan cuaca. Di daerah yang lembab dan sering turun hujan, maka tidak perlu melakukan penyiraman. Tetapi apabila keadaan tanah terlihat kering, maka lakukan penyiraman. Tidak hanya itu juga harus memperhatikan kondisi tanah. jangan sampai terlalu basah apalagi sampai tergenang.

 

  • Penyiangan Gulma & Pengguludan

Proses penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan proses perbaikan guludan. Biasanya dilakukan setelah 1 bulan setelah tanam. Gulma dapat dibersihkan dengan sabit atau koret, setelah dibersihkan maka guludan harus diperbaiki. Penyiangan gulma berikutnya dilakukan setelah tanaman berumur dua bulan setelah tanam. Setelah itu, tidak perlu lagi melakukan penyiangan, karena tanaman sudah rimbun sehingga gulma sulit tumbuh.

  • Pemupukan Tanaman Kentang

Hal yang harus diperhatikan pada budidaya kentang yaitu proses pemupukan. Gunakan pupuk yang dibutuhkan tanaman kentang. Berikan pemupukan dari atas dan dari bawah tanaman kentang. Dari atas semprot tanaman kentang dengan pupuknya pada seluruh tanaman kentang setiap 1 minggu sekali dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki agar pertumbuhan tanaman lebih cepat, tanaman terlindungi dari berbagai macam serangan penyakit, dan umbi kentang lebih cepat keluar, lebih besar dan berat maksimal.

Gunakan pupuk jenis NPK untuk pemupukan dari bawah dan gunakan setiap 20 hari sekali dengan dibenamkan ke dalam tanah dan dengan jarak sekitar 5-10 cm dari pohon kentang.

 

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Penyakit yang biasa menyerang kentang antara lain:

  1. Busuk daun (Phytophthora infestans)
  2. Bercak lunak (altenaria solani)
  3. Penyakit layu bakteri (Pseudomonas Solanacearum)
  4. Penyakit layu fusarium (Fusarium Oxysporum)

 

Pemanenan Pada Budidaya Kentang

Jenis varietas tanaman kentang sangat penting untuk mengetahui waktu panen, serta tinggi lahan dan musim. Secara umum satu siklus budidaya kentang sampai siap dipanen antara 80-120 hari setelah tanam. Pemanenan kentang harus diperhatikan, jangan sampai terlalu dini atau terlalu tua. Pemanenan umbi kentang yang terlalu dini, akan membuat kualitas kentang rendah karena pembentukan karbohidrat dalam umbi masih belum optimal.

Sedangkan pemanenan kentang yang terlalu tua akan meningkatkan resiko umbi kentang terkena penyakit dan rusak.