Cara Menanam Singkong Agar Buahnya Besar

Singkong adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan, karena singkong adalah bahan utama pembuatan tepung tapioka. tanaman ini mudah untuk ditanam dan juga bisa ditanam di lahan yang kurang subur sekalipun. risiko gagal panen tanaman singkong juga sangat kecil dibandingkan dengan tanaman lainnya.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup setiap hari. Singkong membutuhkan curah hujan antara 1500-2500 mm/tahun, dengan suhu udara minimal 10oC dan kelembaban 60-65%.

Jenis tanah yang cocok untuk menanam singkong adalah tanah yang memiliki unsur organik, subur, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu porous. pH tanah yang diinginkan adalah netral, yaitu antara 6,5 hingga 7,5. Tanaman singkong masih bisa ditanam pada ketinggian hingga 1500 mdpl dan ketinggiannya adalah 10-700 mdpl.

Berikut cara menanam singkong

1. Pengolahan Lahan

Pengolahan tanah menjadi gembur sehingga pertumbuhan akar dan umbi berkembang dengan baik. Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman.

Ketika melakukan pengolahan tanah pastikan tanah tidak becek dan berair, supaya postur tanah tidak berubah atau rusak. Pengolahan dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul 1-2 kali dengan kedalaman kurang lebih 20 cm, diratakan kemudian dibuat bedengan-bedengan atau guludan dan juga dibuat saluran drainase

2. Persiapan Bibit

Bibit singkong yang biasa digunakan ialah batang utamanya yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Umur batang pohon yang bisa dijadikan bibit antara 7-8 bulan.

Potonglah batang singkong dengan ukuran panjang 20cm dan diameter kurang lebih 1,5cm, supaya bibit singkong memiliki kemungkinan hidup yang lebih tinggi dan kualitas hidup yang lebih baik. Bibit ini akan ditancapkan pada lahan yang telah dipersiapkan.

 

3. Penanaman

Jarak tanam sangat perlu diperhatikan pada saat menanam singkong. Jarak tanam antar bibit adalah 60 cm sampai 80 cm agar akar pohon bisa berkembang dengan baik. Dan juga harus mengetahui arah tunas pohonnya. Cara melihat arath tunas ini bisa dilihat dari bakal tunas yang ada pada tonjolan bekas daun singkong jatuh. Tunas ini harus menghadap ke atas karena jika tunas terbalik maka singkong akan tumbuh ke bawah dan menjadi tidak sempurna.

4. Pemeliharaan

Tanaman singkong akan tumbuh dengan sendirinya dan bisa berbuah tanpa pemeliharaan intensif. Agar hasil singkong lebih besar dan banyak maka lakukan pemeliharaan khusus. Cukup dengan cara memberi pupuk.

Pupuk susulan diberikan sebanyak 2-3 kali dalam satu musim tanam, tergantung dengan kondisi tanaman. Pemupukan pertama dilakukan ketika tanaman sudah berumur 15 hari setelah tanam dan juga dengan melakukan penyortiran tunas yang tumbuh pada batang dengan menyisakan dua tunas yang terbaik. Cara Merawat Tanaman Jagung

Pemberian pupuk yang kedua dilakukan ketika usia tanaman sudah 3 bulan setelah tanam dan bersihkan rumput/gulma yang ada di sekitarnya. dan pemupukan ketiga atau pemupukan tahap akhir dilakukan ketika tanaman berusia 6 bulan setelah tanam.

Gunakan pupuk yang mengandung unsur hara N, P dan K dengan dosis yang seimbang. Pupuk diberikan secara hati-hati di sekeliling tanaman dengan jarak 25-30 cm dari batang tanaman.

5. Pemanenan

Proses pemanenan pada tanaman singkong biasanya di usia 6-8 bulan setelah tanam atau 9-12 bulan tergantung varietas yang ditanam. Cara memanen singkong cukup dengan mencabut batangnya, jika ada umbi yang patah atau tertinggal di dalam tanah anda bisa menggali tanahnya menggunakan cangkul.

Tanaman singkong dikenal rakus dalam penyerapan nutrisi tanah terutama saat proses pembentukan zat pati/sagu. Hal ini menyebabkan tanah menjadi tandus jika hanya ditanami singkong terus menerus. oleh karena itu penting untuk menjaga kesuburan tanah dengan cara melakukan rotasi tanam.