Fungsi kemasan dan Jenis-jenis Kemasan yang Wajib Kalian Ketahui!

fungsi kemasan

Fungsi kemasan Dan Jenis Kemasan

Dalam kali ini saya akan menjelasakan fungsi kemasan dan jenis-jenis kemasan tau usah berlama-lama langsung saja mari kita simak dibawah ini.

Fungsi Kemasan

Secara umum, kemasan memiliki fungsi sebagai berikut.

1. Self Service

Maksud dari self service dalam kemasan itu adalah menunjukkan ciri khas dari suatu produk yang dijual. Maka dari itu, antara produk satu dengan yang lain harus memiliki kemasan yang berbeda.

2. Company and Brand Image

Kemasan bisa menjadi brand image suatu perusahaan sehingga dapat menjadi salah satu identitas perusahaan yang mudah dikenali masyarakat.

3. Consumer Affluence

Jika kemasan didesain sedemikian rupa sehingga dapat menarik minat konsumen, maka kemasan tersebut dapat memengaruhi konsumen untuk bersedia membayar lebih.

4. Inovational Opportunity

Kemasan yang inovatif bisa memberikan manfaat bagi konsumen dan bisa menguntungkan perusahaan.Ada pula fungsi kemasan yang dikemukakan oleh para ahli, salah satunya adalah Simora. Berikut adalah fungsi kemasan menurut Simora.

1. Fungsi Protektif

Maksud dari fungsi protektif adalah kemasan berfungsi sebagai pelindung atau keamanan produk dari sesuatu yang dapat merusaknya, misalnya cuaca atau pada saat proses distribusi.

Kemasan yang mampu melindungi produk dengan baik akan mencegah kerusakan dan risiko cacat yang bisa merugikan pembeli atau penjual.

2. Fungsi Promosional Kemasan

Kemasan bisa menjadi media promosi atau pemasaran. Anda bisa membuatnya semenarik mungkin dari berbagai sisi, seperti warna, desain, ukuran, dan lain-lain.

Tujuan Kemasan

Kenapa sebuah produk harus dikemas memiliki alasannya tersendiri. Menurut Louw dan Kimber (2007), setidaknya terdapat tujuh manfaat dan tujuan dari kemasan suatu produk dan berikut penjelasannya.

1. Barrier Protection

Kemasan memiliki manfaat untuk melindungi produk dari hambatan oksigen uap air, debu, dan kotoran lainnya yang berpotensi merusak isi produk.

2. Physical Production

Kemasan dibuat dengan tujuan untuk melindungi prouk dari suhu, getaran, guncangan, tekanan, dan lainnya yang ada di sekitarnya.

3. Information Transmision

Biasanya kemasan juga menjadi media untuk sebagai memberi informasi mengenai cara menggunakan transportasi, daur ulang, dan membuang kemasan tersebut.

4. Containment or Agglomeration

Pengemasan bertujuan untuk sebagai penelompokkan agar proses penanganan dan distribusi menjadi lebih efisien.

5. Reducing Theft

Kemasan pada produk dapat mencegah pencurian dengan melihat kerusakan fisiknya atau selisih jumlahnya.

6. Convenience

Kemasan adalah salah satu fitur yang mampu menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, tampilan, pembukaan, penutup kembali, penjualan, dan penggunaan yang dapat dilakukan kembali.

7. Marketing

Desain kemasan yang menarik adalah dapat dimanfaatkan oleh pelaku marketing untuk mendorong calon membeli agar mau membeli produk tersebut.

Agar memiliki fungsi yang maksimal, kemasan harus dibuat sesuai dengan kualifikasi persyaratan sebagai berikut.Memiliki daya kemas yang baik guna memudahkan proses penanganan, distribusi, alokasi, penyimpanan, dan penyusunan produk.

Kemasan harus mampu mengamankan isi produknya dari berbagai risiko dari luar, seperti perlindungan dari sinar matahari, kelembapan udara, bau asing, gesekan, benturan, dan kontaminasi mikroorganisme.Desainnya memiliki daya tarik tersendiri sehingga konsumen berkeinginan untuk membelinya.

Kemasan harus selalu memprioritaskan pengenalan produk, informasi, tampilan, warna, dan keindahan bahannya.
Memiliki persyaratan ekonomi yang berarti kapasitas dapat mencukupi keinginan pasar, sasaran masyarakat, dan tujuan pembeli.

Kemasan harus memiliki ukuran, bentuk, dan bobot yang sesuai dengan pola standar yang ada. Selain itu juga harus mudah dibuat atau dicetak dan bisa didaur ulang kembali.

Jenis-Jenis Kemasan

1. Berdasarkan Struktur Isi

Jenis kemasan yang berdasarkan pada struktur isi merupakan suatu wadah yang dibuat sesuai dengan isinya. Jenis kemasan ini masih dibagi lagi menjadi tiga.

a. Kemasan Primer

Kemasan primer adalah bahan pembungkus yang menjadi wadah langsung untuk bahan makanan. Contohnya yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah kaleng susu, botol minuman, plastik snack, dan sebagainya.

b. Kemasan Sekunder

Definisi dari kemasan sekunder adalah pembungkus yang memiliki fungsi untuk memberi perlindungan terhadap kelompok kemasan lainnya. Contohnya adalah kotak kardus yang digunakan sebagai pembungkus kaleng susu atau kotak kayu untuk menyimpan buah.

c. Kemasan Tersier

Kemasan tersier merupakan pembungkus yang berfungsi untuk menyimpan atau untuk melindungi produk selama proses distribusi atau pengiriman.

2. Berdasarkan Frekuensi Penggunaan

Sama seperti sebelumnya juga kemasan yang didasarkan pada frekuensi penggunaan juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis.

a. Kemasan Disposable

Kemasan disposable merupakan kemasan yang sekali pakai untuk digunakan sekali saja kemudian dibuang. Contohnya adalah bungkus dari plastik, bungkus kertas, bungkus yang terbuat dari daun pisang, dan lain-lain.

b. Kemasan Multi Trip

Kemasan multi trip dapat digunakan lebih dari satu kali oleh konsumen dan ada juga yang dapat dikembalikan kepada agen penjual supaya bisa digunakan kembali. Contoh dari kemasan jenis ini adalah botol minuman.

c. Kemasan Semi Disposable

Kemasan semi disposable adalah sebuah kemasan yang tidak perlu dibuang karena bisa dipakai untuk hal lain oleh konsumen, contohnya adalah kaleng biskuit.

3. Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pemakaian

Berdasarkan tingkat kesiapan pakainya untuk kemasan dibagi menjadi dua jenis.

a. Kemasan Siap Rakit

Kemasan siap rakit harus melewati tahap perakitan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk membungkus produk, misalnya plastik, kertas kemas, aluminium, dan lain sebagainya.

b. Kemasan Siap Pakai

Sesuai dengan namanya, kemasan siap pakai sudah siap untuk diisi produk dan bentuknya sudah sempurna sejak diproduksi. Contoh kemasan dari jenis ini di antaranya adalah botol atau kaleng.

Tak sekadar sebagai pembungkus, kemasan rupanya juga memiliki fungsi lain yang dapat menguntungkan perusahaan. Jika kebetulan Anda adalah seorang pelaku usaha, mulai sekarang coba pikirkan bagaimana membuat kemasan yang bagus agar bisa menarik perhatian konsumen.