Kemasan Minuman Ramah Lingkungan Dan Sehat

Kemasan Minuman Ramah Lingkungan

Kemasan minuman ramah lingkungan tampaknya sedang terlihat menarik di tengah masyarakat. Kesannya keren, kece, dan kekinian. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan sebagai pelaku usaha dengang mesin filling cup?

Konsep ramah lingkungan ini ternyata sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) yang dikampanyekan berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Apa itu SDGs? Anda bisa cek informasinya di berbagai literatur.

Di Indonesia, SDGs diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Salah satu agendanya adalah mengatasi perubahan iklim melalui aksi nyata.

Memang apa urusannya perubahan iklim dengan pelaku usaha? Begini, saat ini Indonesia berada di urutan kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia.

Antara lain akibat penggunaan kemasan plastik yang tidak bisa diurai, ditambah pemakaian plastik pada kehidupan sehari-hari. Ya, kemasan plastik. Kondisi ini tentunya sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim.

Nah, sebagai bentuk kepedulian, sebagian pelaku industri makanan dan minuman sudah mulai beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan, atau yang biasa disebut dengan sustainable packaging, untuk mengemas produk yang akan dijual ke pasar.

Anda juga bisa ikut terlibat. Sebagai masukan, berikut ini adalah kemasan ramah lingkungan yang bisa digunakan untuk produk makanan dan minuman Anda.

Kemasan Minuman Ramah Lingkungan

 

1. Kemasan Minuman Ramah Lingkungan Yang Berbahan Dasar Polypropylen

Penggunaan styrofoam yang sering diaplikasikan oleh pengusaha kuliner kini sudah mulai ditinggalkan karena bahan dasar ini sangat sulit untuk dilebur.

Diperlukan minimal 100 tahun untuk dapat melebur kemasan dari bahan tersebut. Untuk itu, banyak pengusaha yang memulai mengganti kemasan material sintesis tersebut dengan wadah plastik berbahan dasar polypropylen yang ramah lingkungan.

2. Kemasan Minuman Ramah Lingkungan Dari Wadah Biofoam

Biofam juga bisa digunakan sebagai kemasan pengganti styrofoam yang berbahan dasar alami dan pastinya dengan mudah mengalami proses penghancuran. Bahan baku untuk membuat kemasan ini menggunakan pati dengan tambahan serat untuk memperkuat struktur.

Keduanya dapat ditemukan dari tanaman pangan apapun yang mengandung unsur-unsur tersebut. Proses pembuatannya menggunakan teknologi thermopressing,

dengan mencampurkan adonan pati serat dan bahan aditif lain ke dalam komposisi tertentu dan selanjutnya dicetak pada suhu 170-180 celcius selama 2-3 menit.

3. Edible Packaging

Kalau tidak mau buang sampah kemasan makanan, makan juga kemasannya. Dengan penggunaan kemasan edible packaging ini konsumen bisa mengonsumsi kemasannya, sekaligus yang tentunya aman dan ramah lingkungan.

Kemasan menggunakan metode ini dikelompokan menjadi dua fungsi ada yang berguna untuk pelapis (edible coating) dan ada yang berbentuk lembaran (edible film).

Dengan adanya alternatif kemasan yang ramah lingkungan ini, diharapkan dapat berguna untuk mengurangi pemanasan global. Alternatif kemasan ini tentunya tidak akan berpengaruh tanpa adanya kesadaran Anda sebagai pengusaha.

Sadar Akan Kemasan Minuman ramah lingkungan
Dengan Maka, dari sekarang mulailah tingkatkan kesadaran akan perubahan iklim dan beralihlah menggunakan metode kemasan yang aman untuk bumi. Mulai hari ini dan mulai dari Anda.

Kini kemasan tidak hanya harus unik dan kuat, sudah banyak pelaku industri baik makanan dan minuman kemasan yang peduli akan isu global warming.

Sehingga mulai beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan atau yang biasa disebut dengan sustainable packaging.

Seperti yang kita tahu pencemaran lingkungan menjadi permasalahan yang cukup sulit diatasi, dan penyumbang terbesar pencemaran lingkungan ini adalah akibat penggunaan kemasan plastik yang tidak bisa diurai, ditambah pemakaian palstik pada kehidupan sehari-hari pun tidak bisa dihindari.