Inilah Macam Macam Empon Empon

macam macam empon empon

Setelah membaca tentang pengolahan cengkeh dengan mesin cengkeh, kini kita akan membahas tentang macam macam empon empon.

Macam macam empon empon merupakan rimpang yang digunakan sebagai ramuan tradisional. Rimpang merupakan batang tanaman yang menyebar di bawah tanah. Batang ini menghasilkan tunas ke atas dan akar ke bawah.

Sebelum tercampur sempurna, biasanya beberapa bahan dihaluskan terlebih dahulu. Lalu tambahkan air panas. Setelah melihat udara panas, ramuan dibiarkan hingga warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan, lalu diminum.

Beberapa orang langsung meminum empon tanpa campuran apapun. Namun, ada sebagian yang menambahkan gula merah agar rasanya manis.

Saat diminum, empon emponnya memiliki rasa yang agak pedas di lidah, hangat di tenggorokan. Tidak ada ukuran pasti untuk membuatnya, semua berdasarkan rasa dari banyaknya bahan yang dibuat.

 

Macam Macam Empon Empon

macam macam empon empon

Berbagai jenis empon empon dapat kita temukan dengan mudah dimana mana termasuk di warung warung. Berikut ini beberapa macam macam empon empon yang dapat dengan mudah anda temukan.

 

Jahe (Zingiber officinale)

Jahe memiliki sejarah panjang dalam mengatasi masalah sistem pencernaan. Diketahui secara turun temurun, jahe merupakan salah satu bahan alternatif untuk melancarkan sistem pencernaan.

Kandungan fenolik pada jahe berfungsi meredakan gejala iritasi saluran cerna, menstimulasi aliran udara, mencegah kontraksi lambung, serta membantu pergerakan makanan dan minuman saat berada dalam sistem pencernaan.

Jahe juga dikenal sebagai karminatif, zat yang bisa membantu mengeluarkan gas berlebih di sistem pencernaan. Jahe dapat diolah sebagai campuran minuman, seperti teh, dengan cara mengekstrak sarinya.

Jika Anda menginginkan sesuatu yang lebih sederhana, Anda cukup merebus jahe hingga bahan-bahannya larut di udara. Setelah dingin, air jahe bisa langsung diminum untuk mendapatkan khasiatnya. Jika ingin rasa yang lebih nikmat, Anda bisa mencampurkan air jahe dengan susu atau madu

 

Kunyit (Curcuma domestica Val)

Banyak orang menggunakan kunyit kuning sebagai bumbu dasar dalam masakan. Kunyit memiliki efek farmakologis seperti darah dan energi vital, menghilangkan gangguan haid, anti inflamasi, memperlancar persalinan, antibakteri, mempercepat ekskresi empedu (colagogum), pencahar (karminatif) dan pelembab (astringent).

Kunyit mempunyai khasiat obat dan obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit, senyawa yang terkandung dalam kunyit (kurkumin dan minyak atsiri) dapat membantu sebagai antioksidan, anti tumor dan anti kanker, anti kolik, menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah dan sifat hati, antimikroba, antiseptik dan anti-inflamasi. peradangan.

 

Temulawak (Curcuma zanthorrhiza L)

Temulawak digunakan sebagai pewarna alami sekaligus untuk pengolahan makanan, salah satu bahan untuk pembuatan jamu tradisional.

Tanaman temulawak dengan kandungan kurkuminnya juga dikenal sebagai antitumor, antioksidan, obat malaria dan juga dapat mencegah infeksi HIV pada manusia.

Empon empon mengandung kurkuminoid kuning, minyak atsiri, pati, protein, lemak (minyak tetap), selulosa dan mineral.

Dari beberapa senyawa yaitu zat warna kuning, kurkuminoid merupakan salah satu zat warna alami (kurkumin alami) dan aman digunakan untuk pewarna makanan dan tekstil (Ramdja, 2009).

 

Kencur (Kaempferia galanga L.)

Kencur (Kaempferia galanga L.) banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetik, penyedap makanan dan minuman, bumbu dapur, dan bahan pembuatan sosis dan rokok pada industri rokok kretek.

Secara empiris kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut.

Kencur juga memiliki berbagai kegunaan lain, antara lain sebagai antibakteri, antijamur, analgesik, anti inflamasi, antioksidan, antivirus, antihipertensi, anti karsinogenik, antinosiseptif, anti tuberkulosis dan larvasida.

Minyak atsiri rimpang kencur juga digunakan sebagai bahan dalam parfum, obat, serta aromaterapi inhalasi dan pijat untuk mengurangi stres, depresi.

 

Adas (Foeniculum vulgare Mill.)

Adas merupakan salah satu bumbu masak yang banyak digunakan untuk mengolah daging dan bahan dasar santan seperti kari atau opor.

Tanaman adas manis digunakan sebagai obat sakit perut, penyakit kuning, sebagai perangsang nafsu makan, sesak nafas, batuk berdahak, nyeri haid, haid tidak teratur, menambah ASI, mengobati insomnia, pembengkakan saluran sperma, penumpukan cairan di buah pelir, rematik, obat keracunan tanaman dan jamur.

Hasil penelitian yang telah dilakukan pada buah adas manis meliputi antijamur, hipolipedimia, antibakteri, antioksidan, antidiabetes, antiradang, analgesik, antipiretik, dan diuretik.

 

Lengkuas atau Laos (Alpinia galanga, L)

Lengkuas dikenal luas sebagai bahan dalam masakan atau masakan. Empon empon yang satu ini mengandung anti inflamasi, meredakan radang lambung atau maag, mencegah mabuk laut yang berat dan mual, sebagai anti oksidan, memperlancar peredaran darah dalam tubuh, meredakan diare, kudis, panu, dan menghilangkan bau mulut.

Salah satu tumbuhan yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri adalah tumbuhan lengkuas. Dari hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan didapatkan bahwa rimpang lengkuas mengandung flavonoid, fenol, dan terpenoid dengan sifat antijamur dan antibakteri.

Fenol bekerja dengan mendenaturasi sel protein, merusak dinding sel bakteri. Dan dapat meracuni protoplasma bakteri penyebab protein.