Tanaman Mengandung Minyak Atsiri

Taukah kalian bahwa minyak atsiri tidak hanya sekedar minyak biasa melainkan minyak ini memiliki sangat banyak manfaat bagi tubuh kita, di Indonesia juga banyak sekali tumbuhan yang dapat menghasilkan minyak ini dan sudah diproduksi sejak dahulu.Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui latar belakang dan pergertinnya dari tanaman mengandung minyak atsiri

Latar Belakang Tanaman Mengandung Minyak Atsiri

Indonesia adalah salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia. Dari Sabang sampai Merauke tersebar sekitar 40.000 jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan berbagai jenis bahan kimia yang sangat potensial sebagai bahan pangan, kosmetik, obat-obatan bahkan wangi-wangian atau parfum sekalipun. Salah satu bahan kimia yang terdapat dalam berbagai jenis tanaman yang mengandung minyak atsiri.

Minyak atsiri tidak bisa terlepas dari membahas masalah bau dan aroma, karena fungsi minyak atsiri yang paling luas dan umum diminati adalah sebagai pengharum, baik sebgai pengharum ruangan, pengharum sabun, pasta gigi dan lain sebagainya.Minyak atsiri bisa bisa dihasilkan melalui penyulingan menggunakan alat destilasi minyak atsiri.

Indonesia dengan hutan tropik yang begitu luas minyimpan ribuan spesies tumbuhan dari berbagai famili contohnya Lauraceae, Myrtaceae, Rutaceae, Myristicaceae, Astereaceae, Roseceae dan Labiateae yang dimana banyak famili tumbuhan tersebut yang potensial sebagai penghasil minyak atsiri. Tetapi di masyarakat pemanfaatan dari tumbuhan yang mengandung minyak atsiri itu belum tersosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat Indonesia.

Tumbuhan yang mengandung minyak atsiri

Pengertian Dari Minyak Atsiri

Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eterik (aetheric oil), minyak esensial (essential oil), minyak terbang (volatile oil), serta minyak aromatik (aromatic oil), merupakan kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas.

Minyak atsiri adalah bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami.Di dalam perdagangan, hasil sulingan (destilasi) minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.Banyak sekali tumbuhan yang mengandung minyak atsiri.

Para ahli biologi beranggapan minyak atsiri sebagai metabolit sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agensia untuk bersaing dengan tumbuhan lain (lihat alelopati) dalam mempertahankan ruang hidup.

Walaupun hewan kadang juga mengeluarkan bau-bauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang baunya menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri.

Diambil dari segi kimia fisika, minyak atsiri hanya mengandung dua golongan senyawa, yaitu steroptena dan oleoptena. Oleoptena adalah bagian hidrokarbon di dalam minyak atsiri dan wujudnya cairan.

Umumnya senyawa golongan oleoptena ini terdiri atas senyawa monoterpena, sedangkan steroptena merupakan senyawa hidrokarbon teroksigenasi yang umumnya berwujud padat. Stearoptena umumnya terdiri atas senyawa turunan oksigen dari terpena.

minyak atsiri

Pada dasarnya semua minyak atsiri mengandung campuran senyawa kimia dan juga biasanya campuran tersebut sangat komplek. Beberapa tipe senyawa organic seperti hidrokarbon, alcohol, oksida, ester, aldehida dan eter terkandung dalam minyak atsiri. Yang menentukan aroma dari minyak atsiri adalah tingkat presentasi yang paling tinggi diantara komponennya.

Komponen aroma dari minyak atsiri cepat berinteraksi saat dihirup, senyawa tersebut secara cepat berinteraksi sistem syaraf pusat dan akanĀ  langsung merangsang pada sistem olfactory, kemudian system ini akan menstimulasi syaraf-syaraf pada otak dibawah kesetimbangan korteks serebral (Buckle, 1999). Senyawa-senyawa berbau harum atau fragrance dari minyak atsiri adalah suatu bahan tumbuhan telah terbukti pula dapat mempengaruhi aktivitas lokomotor (Buchbauer, 1991).

Aktivitas lokomotor merupakan aktivitas gerak sebagai akibat adanya perubahan aktivitas listrik yang disebabkan oleh perubahan permeabelitas membran pascasinaptik dan oleh adanya pelepasan transmitter oleh neuron prasinaptik pada system syaraf pusat (Gilman,1991).

Pada Penelitian tanaman mengandung minyak atsiri yang mempengaruhi aktivitas lokomotor diawali oleh Kovar et al. (1987) yang melaporkan bahwa senyawa 1,8-cineole yang diisolasi dari minyak atsiri bunga rosemary bisa menurunkan aktivitas lokomotor tikus, setelah tikus tersebut diinduksi dengan senyawa stimulan kafein.

Pengujian klinis efek sedatif dari minyak lavender di uji oleh Buchbauer (1993) yang telah membuktikan bahwa wangi minyak atsiri bunga lavender dapat menurunkan aktivitas lokomotor pada manusia (Buchbauer, 1991). Penelitian aktivitas aromaterapi secara ilmiah masih sedikit, hal ini terbukti masih sedikit minyak atsiri asli yang Indonesia digunakan sebagai komoditas aromaterapi di Mancanegara.

Nah itu dia penjelasan dan latar belakang mengenai minyak atsiri. Semoga bisa menambah wawasan kalian dan bermanfaat, sekian dari saya terimakasih.